Gelembung Langit Misterius Berusia 12,9 Miliar Tahun |
|
|
|
Sebuah obyek misterius terekam nun jauh di luar angkasa. Para astronom menyebutnya sebagai gelembung primordial yang diberi nama Himiko, diambil dari nama ratu Kerajaan Jepang kuno yang juga sama misteriusnya. Disebut demikian karena obyek raksasa tersebut terbentuk tak lama setelah alam semesta terbentuk yang diawali dengan Ledakan Besar (Big Bang). Ukurannya sangat besar, berupa gas yang massanya 40 miliar kali massa matahari dan berdiameter setengah kali Galaksi Bima Sakti. Usianya pun sangat tua sekitar 12,9 miliar tahun cahaya (tahun cahaya setara dengan 9,5 triliun kilometer). Struktur Himiko yang belum terungkap bisa memberi gambaran awal pembentukan galaksi saat alam semesta masih sangat muda dan baru berusia sekitar 800 juta tahun. "Saya belum pernah mendengar obyek sejenis lainnya yang terbentuk pada jarak sejauh ini," ujar Masami Ouchi, peneliti dari Carnegie Institution, California, AS. Obyek tersebut mungkin mirip gelembung Lyman-Alpha yang terbentuk antara 2-3 miliar tahun. Himiko terbentuk di akhir epos reionisasi yang berlangsung antara 200 juta dan satu miliar tahun sejak Big Bang. Saat itu, alam semesta baru saja lahir dan baru membentuk bintang-bintang dan galaksi. Bentuknya yang seperti gelembung mungkin berupa gas terionisasi yang mengelilingi lubang hitam raksasa supermasif atau kumpulan gas dingin. Namun, bisa jadi Himiko merupakan hasil tabrakan dua galaksi muda yang menyatu, galaksi tunggal raksasa, atau lokasi pembentukan bintang yang sangat aktif. Himiko pertama kali terekam menggunakan teleskop Subaru di Hawaii tahun 2007. Ouchi dan timnya kemudian melakukan pengamatan lebih seksama menggunakan instrumen spektrografi Keck/DEIMOS dan Magellan/IMACS. Dari pengamatan tersebut, terdeteksi kandungan hidrogen terionisasi, jarak, dan umur obyek misterius tersebut. "Kami berencana melakukan pengamatan inframerah dengan teleskop ruang angkasa Hubble untuk memastikan, apakah ada ciri-ciri penggabungan obyek-obyek atau tidak," ujar Ouchi. Namun, hal tersebut baru dapat dilakukan seusai Hubble diperbaiki dalam misi penerbangan pesawat ulang alik Atlantis yang dijadwalkan bulan depan.Kompas
|
Retakan Besar di Afrika Bakal Menjadi Samudra Baru 15 February 2010
Temuan Gunung Raksasa Bawah Laut Pecahkan Rekor 15 February 2010
Sumatran hopes fade 04 October 2009
Two South Pacific earthquakes unlikely to be connected, say seismologists 04 October 2009
Two Earthquakes in Two Days: Coincidence? Connection? Conspiracy? 04 October 2009
Bukan Hanya Bumi yang Mengalami... 29 September 2009
Ditemukan Air di Bulan 23 September 2009
Jejak Astronot Terlihat di Bulan 23 September 2009
Ternyata Tak Ada Musim Panas 20.000 Tahun Lalu 21 September 2009
Awas, Serangan Matahari Terhadap Bumi Komunikasi Bisa Mati 19 September 2009
Planet Mirip Bumi Ditemukan di Luar Tata Surya 17 September 2009
Bulan Pertanda Kala, Bulan Penunjang Kehidupan 15 September 2009
Misteri Terpecahkan: Cahaya Indah di Langit Ternyata Air Seni Astronot 12 September 2009
Kenapa Masih Ada Gempa? 04 September 2009
Solar Power from Space: Moving Beyond Science Fiction 03 September 2009
Puluhan Ribu Kilometer Persegi Es Arktik Meleleh 13 August 2009
Batu Meteor Ungkap Masa Lalu Planet Mars 13 August 2009
Pendaratan di Bulan: Akal Sehat Vs Teori Konspirasi 13 August 2009
Menelusuri Angkor 08 August 2009
Akhir dari Neandertal 06 August 2009