User:  Pass:        Forgot Password? Username?   |   Register
Inkonsistensi Itu Mesti Diakhiri PDF Print
Environment
Written by Brigita Isworo   
Penanganan adaptasi dan mitigasi terkait perubahan iklim hingga kini belum jelas terbaca. Berita terakhir cukup positif dengan terjalinnya kerja sama antara Dewan Nasional Perubahan Iklim dan Konvensi Kerangka Kerja PBB untuk Perubahan Iklim.

Kerja sama yang dicanangkan melalui lokakarya NEEDS (National Economic, Environment, and Development Study) pada Selasa (27/1) baru meliputi program-program untuk mitigasi. Itu pun baru dalam tahap identifikasi.
 
KERUSAKAN LINGKUNGAN - Penanganan Masih Parsial PDF Print
User Rating: / 2
PoorBest 
Environment
Kerusakan lingkungan yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia selama ini belum ditangani secara menyeluruh melalui kerjasama antardaerah . Penanganannya masih bersifat parsial sehingga tidak pernah menyentuh penyebab kerusakannya.
 
"Masih terdapat egoisme dalam penanganan kerusakan lingkungan. Penyebab dan akibat dari suatu kerusakan tidak bisa terselesaikan dengan dibatasi wilayah administrasi," ujar Guru Besar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor Profesor Hariadi Kartodih ardjo, dalam seminar  Eco Region di Era Otonomi Daerah di kampus Universitas Diponegoro (Undip), Kota Semarang, Jawa tengah, Jumat (9/10).
 
Peduli Lingkungan, DPR Mendatang 'Ditekan' LSM PDF Print
Environment
Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang pro lingkungan hidup diantaranya Intitut Hijau, Walhi, Jatam, Sawitwatch, Greenpeace, Kiara dan Icel mendesak agar DPR RI periode 2009 - 2014 melaksanakan 10 agenda terkait dengan lingkungan hidup dan hak - hak rakyat.

Desakan agar DPR RI periode 2009 - 2014 melaksanakan agenda tersebut karena anggota DPR saat ini terdiri dari kalangan muda sehingga akan lebih pro lingkungan hidup dan rakyat.
 
DPR Baru Didesak Merevisi UU Lingkungan Hidup PDF Print
Environment

Sejumlah forum organisasi nonpemerintah yang bergerak di bidang lingkungan hidup mendesak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2009-2014 untuk merevisi kembali sejumlah undang-undang terkait lingkungan hidup karena dianggap justru menjadi pemicu kehancuran lingkungan hidup.

Demikian disampaikan Ketua Institut Hijau, Chalid Muhammad, Sabtu (10/10). "Kami merekomendasikan agar DPR me-review peraturan perundangan yang menjadi pemicu kehancuran lingkungan hidup dan penderitaan rakyat," ujar Chalid, di Jakarta.

 
Satwa Purba Nusantara PDF Print
Environment
Written by Reynold Sumayku   

Mamalia purba beriringan menuju tanah baru, untuk berkembang biak. Ada yang selamat. Namun, inilah pesan dari mereka yang mati. Dari masa di mana Indonesia belum dapat dipetakan.

Si gajah masuk ke dalam kubangan. Sayang, satwa yang sebenarnya tergolong pintar itu tidak menyadari bahwa tanah berlumpur yang dipijaknya terlalu gembur untuk dapat menopang bobotnya yang berat. Lebih dari itu, semacam pasir isap telah menanti di bawah lapisan lumpur. Terperosoklah si gajah, meronta sia-sia. Alih-alih terbebas, tubuh tambunnya justru semakin terbenam. Ia mati dalam bekapan pasir isap.

”Beberapa waktu kemudian sepertinya terjadi banjir dari Bengawan Solo, menyapu tempat ini. Mungkin berulang-ulang, lalu perlahan-lahan mengering sehingga akhirnya bangkai gajah itu tertutup lapisan tanah lempung yang tebal,” ucap paleontolog Iwan Kurniawan pada suatu pagi di pengujung April lalu, berselang ratusan ribu tahun dari hari ketika si gajah mati terperosok

 
Target Bumi PDF Print
Environment
Written by Richard Stone   

Tanda awal sebuah ancaman hanyalah berupa bercak dalam citra teleskop yang bertabur bintang.

Tak lama selepas pukul 9 malam pada 18 Juni 2004, begitu keremangan senja menghilang dari Observatorium Nasional Kitt Peak di Arizona, David Tholen memindai asteroid-asteroid di titik buta astronomis: tepat di dalam orbit Bumi, di mana kilau Mentari bisa membanjiri teleskop. Tholen, astronom dari University of Hawaii, tahu bahwa benda-benda yang bersembunyi di sana sewaktu-waktu bisa melenceng ke Bumi. Dia mengikutsertakan Roy Tucker, seorang insinyur sekaligus teman, serta Fabrizio Bernardi, kolega muda di Hawaii, untuk membantu. Saat mereka menatap komputer, tiga foto dari bidang langit yang sama, yang dibuat tiap beberapa menit sekali muncul berurutan di monitor. "Ini dia yang ditunggu-tunggu," kata Tucker, menunjuk segumpal pixel putih yang posisinya berubah dari satu citra hingga citra yang lain.
 
Tanah Haiti Kurus Kerontang PDF Print
Environment
Written by Joel K Bourne Jr.   

Sebagai pengganti makanan-makanan impor yang tidak lagi terjangkau, sejumlah warga Haiti yang putus asa beralih ke kue yang terbuat dari lempung, garam, dan lemak––makanan tambahan tradisional untuk perempuan hamil.

“Te a fatige,” ujar 70 persen petani Haiti dalam sebuah survei baru-baru ini saat ditanyai tentang permasalahan utama pertanian yang mereka hadapi. “Bumi sudah lelah.”
Hal itu tidak mengherankan. Hampir selalu sejak 1492, tahun ketika Columbus menjejakkan kaki untuk pertama kalinya di Pulau Hispaniola yang tertutup hutan luas, negeri yang bergunung-bunung ini telah mengalami pengrusakan tanah pucuk dan pertumpahan darah – pertama oleh Spanyol yang menanam tebu, kemudian oleh Prancis yang menebangi hutan guna membuka lahan untuk kopi, nila, dan tembakau yang menguntungkan. Bahkan setelah budak-budak Haiti memberontak pada 1804 dan menyingkirkan jerat kolonialisme, Prancis memungut 93 juta frank sebagai uang pengganti dari negara bekas jajahannya tersebut––sebagian besar dalam bentuk kayu.
 
Legenda Daisetsuzan PDF Print
Environment
Written by Gretel Ehrlich   

Dua gunung api besar tersemat di taman nasional yang ada di tengah-tengah pulau paling utara Jepang, Hokkaido.

Api dan air berbenturan di Daisetsuzan. Dua gunung api besar tersemat di taman nasional yang ada di tengah-tengah pulau paling utara Jepang, Hokkaido, tersebut. Puncak-puncaknya yang berasap melandai ke lereng yang berhutan, berbantalkan salju, dan terkikis sungai—200.000 hektar dengan warnanya berganti-ganti dari hijau, jingga, merah, dan putih, sesuai musim. Kepulauan Jepang menyeruak dari dalam laut akibat kekejaman seismik. Lempeng-lempeng tektonik menggelincir dan saling menimpa, lapisan batu cadas meleleh dan terkumpul di bawah tanah, gunung api meletus. Asahi Dake, gunung tertinggi di Hokkaido yang tidur selama berabad-abad menjulang di utara.

Tokachi Dake di selatan, terakhir kali meletus pada 2004. Dalam iklim Hokkaido yang dingin dan basah, gunung-gunung api yang dibangun oleh api internal Bumi tertutupi salju dan salju berubah menjadi aliran air yang deras, hutan, lumut, dan bunga. Daisetsuzan berarti “gunung salju yang besar.” Tetumbuhan yang lebat menyebabkan sebagian besar Daisetsuzan tak bisa dimasuki, tetap lestari dengan sendirinya, tidak terganggu, kecuali oleh adanya beberapa jalan setapak. Di negara kepulauan yang padat ini—salah satu negara yang paling padat industri dan paling padat penduduknya di dunia—taman tersebut menyediakan ruang terbuka yang langka, puncak gunung dan hutannya dikelilingi lahan-lahan pertanian yang asri. Taman itu menjadi tempat persinggahan rusa, burung, kelinci, dan beruang, serta pepohonan, semak belukar, dan aneka bunga. Wisatawan Jepang yang menyandang ransel terpesona oleh kemegahan alam tersebut.
 
Amfibi yang Dilanda Kepunahan PDF Print
Environment
Written by Jennifer S. Holland   
KATAK ITU MENCENGKERAM BETINANYA, kaki depannya memeluk erat dada si betina. Sambil telentang di bawah si jantan seperti telapak tangan yang terbuka, si betina berbaring. Perutnya yang sarat telur terbenam dalam sungai dangkal. Kedua katak ini adalah katak harlequin (Atelopus varius) dari spesies langka Atelopus yang masih belum diberi nama dan hanya dapat ditemukan di dataran berbentuk baji tipis di kaki bukit pegunungan Andes dan lembah Amazon di dekatnya. Si betina tampak seperti baru dilukis—corak hitam di atas kuning, bagian bawah tubuhnya berwarna merah menyala. Si betina ini juga sudah mati.

Di atas lokasi adegan ini, di bibir jurang, terparkir sebuah buldoser. Pembangunan jalan di sini, di dekat kota Limón di bagian tenggara Ekuador, menyebabkan terjadinya longsoran bebatuan, patahan dahan pohon, dan tanah yang menuruni lereng bukit. Hal ini menghambat aliran sungai yang dipagari oleh hutan belantara. Luis Coloma dengan sangat berhati-hati melangkahi bebatuan yang rapuh itu, memeriksa kerusakan yang menimpa aliran sungai. Pakar peneliti reptil dan amfibi (herpetolog) berusia 47 tahun ini berkacamata. Tubuhnya yang gempal memakai kaus kuning yang dipenuhi bercak berupa sulaman katak kecil-kecil. Dia tidak merepotkan diri menggulung celana panjangnya yang berwarna cokelat khaki, yang basah kuyup sampai sebatas lutut. Sambil menyentuhkan sebatang ranting ke puing-puing itu, dia berkata, “Mereka merusak habitat katak.”
 
Bagi Katak, Bulan Purnama Saatnya Pesta Seks PDF Print
Environment

Selama ini bulan purnama identik dengan romantisme dan saat yang asyik untuk bermesraan dengan kekasih. Ternyata hal tersebut juga benar dan berlaku di dunia hean khususnya amfibi.

Para peneliti menemukan bahwa amfibi di seluruh muka bumi melakukan pesta kawin pada saat bulan purnama. Walaupun belum banyak diketahui, tetapi fenomena ini terjadi secara global. Semua spesies amfibi seperti katak, kodok, dan salamander melakukan aktivitas perkawinannya selama periode itu.

Pergerakan bulan yang tengah berada pada fase penuh umum dimanfaatkan hewan. Amfibi pun menggunakan siklus ini untuk mengumpulkan spesies katak jantan dan betina dalam waktu yang sama. Dengan demikian, potensi kesuksesan pembuahan telur dapat dimaksimalkan.

Pada 2005, ahli biologi Rachel Grant yang sedang meneliti mengenai salamander dekat sebuah telaga di wilayah Italia Tengah, tanpa sengaja melihat begitu banyak katak memenuhi jalan di bawah bulan purnama.

 
Cacing Tanah, Aset Masa Depan PDF Print
Environment
Dua keluarga dari daerah Danau Dianshanhu di Kabupaten Qingpu, Shanghai, akan mengembang-biakkan cacing tanah sebagai bagian dari pilot proyek oleh satu organisasi perlindungan lingkungan hidup lokal.

Dalam kondisi yang tepat, 1 kilogram cacing tanah dapat menghabiskan sampai 1 kilogram sampah dapur setiap hari dan menghasilkan setengah kilogram limbah cacing tanah, yang dapat digunakan sebagai pupuk.
 
Kala Sayuran Menggerus Air Gunung Slamet PDF Print
Environment
GUNUNG Slamet bukan hanya menjanjikan keindahan alam yang elok, mulai lereng hingga puncaknya yang menjulang. Dari alamnya, ratusan sumber air yang vital bagi kehidupan di dataran bawahnya bermula. Namun, alih fungsi lahan besar-besaran menjadi ladang sayuran oleh masyarakat kini mulai menggerogoti sumber kehidupan itu.
 
Situ Antap Terancam - Lahan Situ Diokupasi Menjadi Milik Perorangan PDF Print
Environment
Situ Kayu Antap, atau sering disebut Situ Antap, di Tangerang dalam kondisi memprihatinkan. Situ yang terletak di dekat Situ Gintung itu kehilangan lebih dari separuh lahannya. Lahan konservasi ini semakin terancam karena diambil alih dan dimiliki perorangan.

Situ Antap terletak di wilayah RT 06 dan RT 08 RW 02, Rempoa. Kamis (16/4), terlihat pagar beton kokoh setinggi sekitar 3 meter mengelilingi situ seluas 1,48 hektar. Pagar itu menyatu dengan tembok pembatas sebuah kompleks perumahan mewah yang tepat berdampingan dengan Situ Antap. Tidak ada satu celah pun di antara pagar beton itu yang memungkinkan warga sekitar mendekati tepi situ.

”Sudah sejak Oktober 2008 tembok itu dibangun,” kata Mahmudi (57), warga setempat, Kamis kemarin.

Mahmudi adalah salah satu dari sekitar 40 kepala keluarga yang pernah menjadi penggarap lahan di sekitar situ. Mereka memanfaatkan tanah di sekitar situ yang subur dan air melimpah dengan menanam pisang, sayur-mayur, serta beternak ikan. Pada 30 April 2008, Pemerintah Kabupaten Tangerang secara resmi menggusur mereka dari tepian situ dengan dalih pelestarian daerah tangkapan air.

Namun, Kepala Balai Wilayah Sungai Cidurian-Cisadane Joko Suryanto menegaskan, Situ Antap memang sudah dipagari karena lahan situ itu sudah dimiliki perorangan. ”Padahal itu jelas aset pemda dan merupakan lahan konservasi,” ujar Joko.

Joko menjelaskan, sekitar dua bulan lalu Menteri Pekerjaan Umum telah menyurati Bupati Tangerang yang isinya meminta agar mengembalikan kembali fungsi situ tersebut dan selanjutnya dilestarikan.

”Menteri juga menyurati BPN (Badan Pertanahan Nasional) untuk meninjau ulang sertifikat hak milik perorangan atas lahan Situ Antap,” kata Joko.

Nadih, Kepala Dusun II yang membawahi RW 02, 07, dan 08 Rempoa, membenarkan, Situ Antap berada dalam kompleks sebuah perumahan elite.

”Saya tidak tahu apakah itu sudah dibeli atau tidak. Itu bukan kewenangan saya. BPN yang tahu,” papar Nadih.

Menurut Nadih, pemagaran dilakukan pengelola perumahan, beberapa bulan setelah penggusuran 40 kepala keluarga yang menggarap lahan di sekitar situ.

Nadih juga membenarkan bahwa saat ini Situ Antap sudah menyusut. ”Dulu situ itu lebar dan luas. Tetapi sekarang sudah banyak permukiman di sana,” kata Nadih.

Limpahan Gintung

Mahmudi bersama beberapa warga lain korban gusuran situ, Ahmad (55) dan Manulang (42), mengungkapkan, Situ Antap merupakan bagian dari rangkaian situ di sekitar Rempoa, Cempaka Putih, dan Cirendeu. Di tiga wilayah ini terdapat Situ Gintung yang kini memiliki luas 21,4 hektar.

Menurut Ahmad, tepat berseberangan dengan Situ Gintung, ada situ berukuran lebih kecil yang sekarang sudah diuruk dan menjadi pusat perbelanjaan. Kemudian, ada Situ Rompong, Setu Antap, dan satu situ lagi yang juga sudah menjadi permukiman. Situ-itu ini dulu dihubungkan dengan anak-anak sungai.

”Dengan anak-anak sungai itu, jika ada kelebihan air di satu situ, bisa dilimpahkan ke situ yang lain,” kata Ahmad.

Namun, sistem bagi-bagi tampungan air di kawasan Rempoa dan sekitarnya kini tidak lagi berfungsi. Nyaris setiap jengkal lahan di kawasan tersebut telah menjadi permukiman. Perkampungan penduduk maupun kompleks perumahan sederhana hingga kelas elite yang dihuni warga negara asing tumbuh subur di sini.

Data dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, Situ Rompong kini hanya seluas 2,99 hektar, padahal pada 2007 masih menghampar seluas 10 hektar. Kali-kali kecil penghubung antarsitu sudah lenyap. Tidak heran Situ Gintung sampai mengalami kelebihan kapasitas tampungan air dan akhirnya tanggulnya pun jebol, akhir Maret lalu.

Joko kini hanya bisa berharap Situ Antap dan situ-situ lain yang sudah hilang, rusak, atau nyaris hilang dapat dikembalikan seperti fungsi semula. Semua upaya itu tidak lain demi mengantisipasi bencana yang mungkin terjadi lagi. Kompas
 
Teknologi "Artificial Recharge" Simpan Air, Atasi Banjir PDF Print
Environment
Teknologi artificial recharge menawarkan solusi mengatasi permasalahan ketersediaan air tanah, sekaligus pengendalian air limpasan penyebab banjir. Terobosan ini bisa diterapkan di berbagai gedung bertingkat khususnya di kota-kota besar seperti ibu kota Jakarta.
 
BPPT: Pintu Pelimpasan Titik Lemah Situ Gintung PDF Print
Environment
Pintu pelimpasan yang menjadi jalan bagi luberan air Situ Gintung merupakan titik lemah yang mengakibatkan tanggul tidak kuat menahan tekanan air. Demikian hasil analisis tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang diumumkan hari ini.
 
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Page 1 of 3
Adsense Indonesia
Nyambungin Facebook

Quotes of the day

Nothing in the world can take the place of persistence.Talent will not; nothing is more common than unsuccessful men with talent.Genius will not; unrewarded genius is almost a proverb.Education will not; the world is full of educated derelicts.Persistence and determination alone are omnipotent.~Calvin Coolidge~
PageRank
We have 96 guests online