|
Moratorium Logging & ForestConversion
|
|
Written by Rully Syumanda
|
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, musim pembakaran kali ini datang sedikit terlambat. Kalau biasanya Bulan Juli dan Agustus diisi dengan pembakaran bagian ke dua, pada bulan ini jumlah titik api justru berada pada titik tertinggi tahunannya. Antara 19 Juli sampai dengan 7 Agustus 2006 saja tidak kurang dari 18.267 hotspot berada di dua pulau “langganan utama”. Propinsi Riau dan Kalimantan Barat masih tetap sebagai pemegang rekor. Riau “memproduksi” 3.344 hotspot dan Kalbar memproduksi 7.163 hotspot.
|
|
Moratorium Logging & ForestConversion
|
|
Written by Rully Syumanda
|
Industri pulp dan kertas, termasuk salah satu sektor yang pertumbuhannya pesat. Pada 1987, total kapasitas produksi industri kertas tercatat baru sebesar 980.000 ton. Sepuluh tahun kemudian, tepatnya 1997, kapasitas produksinya telah melesat menjadi sebesar 7.232.800 ton.
|
|
Moratorium Logging & ForestConversion
|
|
Written by Rully Syumanda
|
Secara definisi, bencana adalah suatu situasi dimana cara masyararakat untuk hidup secara normal telah gagal sebagai akibat dari peristiwa kemalangan luarbiasa, baik karena peristiwa alam ataupun perbuatan manusia .
|
|
Moratorium Logging & ForestConversion
|
|
Written by Rully Syumanda
|
|
Aktivitas ekstraksi dengan metode pengambilalih paksaan sumberdaya alam hutan dari masyarakat menciptakan dimensi konflik yang beragam. Ekstraksi hutan, yang pada mulanya ditujukan untuk menyejahterakan masyarakat sekaligus memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada akhirnya menunjukkan kegagalannya karena tidak mampu mencapai tujuan awal, menyejahterakan masyarakat. |
|
Moratorium Logging & ForestConversion
|
|
Written by Rully Syumanda
|
|
Pembalakan diatas hutan alam tersisa yang terus berlangsung menimbulkan konsekuensi yang cukup serius. Dalam kurun waktu 2000 hingga 2006 terjadi 390 kali bencana banjir dan longsor yang menimbulkan korban jiwa lebih dari 2.303 dan lebih dari 188 ribu rumah rusak berat dan setengah juta hektar lahan tidak dapat digunakan lagi. Total kerugian secara langsung mencapai 36,943 trilyun rupiah. |
|
Moratorium Logging & ForestConversion
|
|
Written by Rully Syumanda
|
Solusi Kongkret Reduksi Bencana Ekologis, Aksi Nyata Atasi Pemanasan Global Deforestasi dan degradasi fungsi hutan adalah salah satu yang terbesar penyebab bencana ekologis. Ke depan, kondisi ini semakin buruk akibat ancaman riil perubahan iklim. Namun, sekalipun fakta telah berbicara secara gamblang, kebijakan dan sistem pengelolaan hutan tidak bergeming. Bahkan, terjadi proses pemindahan ancaman dalam tindakan menangani bencana. Pemenuhan kebutuhan kayu untuk rekonstruksi, pembukaan lahan untuk pemukiman atau lahan budidaya atau membuka lapangan kerja adalah alasan pemerintah untuk menutup bencana. |
|
Moratorium Logging & ForestConversion
|
|
Written by Rully Syumanda
|
|
Indonesia adalah pemilik 126,8 juta hektar hutan. Hutan seluas ini merupakan tempat tinggal dan pendukung kehidupan 46 juta penduduk lingkar hutan. Namun, saat ini, hutan kita berada dalam kondisi kritis. Laju perusakan hutan di Indonesia mencapai 2 juta hektar per tahun. Artinya, tiap tahun kita kehilangan areal hutan kurang lebih seluas Pulau Bali. Kerusakan hutan kita dipicu oleh tingginya permintaan pasar dunia terhadap kayu, meluasnya konversi hutan menjadi perkebunan sawit, korupsi dan tidak ada pengakuan terhadap hak rakyat dalam pengelolaan hutan. |
|
Moratorium Logging & ForestConversion
|
|
Written by Rully Syumanda
|
http://www.rullysyumanda.org/images/news_display/jedatebang.jpg Memasuki tahun 2007, Jeda Tebang menjadi kebijakan yang paling sering diperbincangkan disektor kehutanan di Indonesia. Berbagai pihak, termasuk sejumlah punggawa kunci dalam Pemerintah Indonesia juga menyebutkan jeda tebang adalah cara terbaik untuk keluar dari berbagai bencana dan dampak negatif dari ekstraktif industri di sektor kehutanan. |
|
Moratorium Logging & ForestConversion
|
Kebijakan Departemen Kehutanan untuk tidak lagi memberikan perijinan penggunaan kayu alam untuk industri pulp dan kertas di Indonesia harusnya dilaksanakan secara konsisten bila ingin industri berbahan kayu tumbuh dengan sehat. Di penghujung tahun 2008, Menteri Kehutanan menyatakan akan melakukan perpanjangan permakluman penggunaan kayu alam, padahal pada tahun 2006 Menteri Kehutanan sendiri yang telah menyatakan bahwa Pemerintah menetapkan kebijakan agar industri pulp dan kertas menghentikan penggunaan bahan baku dari kayu alam pada tahun 2009 sudah final saat mendampingi Presiden pada acara Kampanye Indonesia Menanam di tahun 2006.
|
|
Moratorium Logging & ForestConversion
|
|
Written by Rully Syumanda
|
http://www.rullysyumanda.org/images/news_display/forestplantation.jpg Illegal logging adalah terminologi paling menarik dibicarakan dalam sektor kehutanan di Indonesia. Muncul akibat besarnya gap antara supply dan demand Industri di Indonesia, illegal logging segera saja digunakan oleh pemerintah sebagai sebuah faktor dominan yang menyebabkan hutan alam di Indonesia. Menafikan izin konversi hutan alam (yang juga cenderung illegal) seluas 27,02 juta hektar oleh pemerintah kepada pengusaha untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit dan HTI.
|
|
Moratorium Logging & ForestConversion
|
|
Written by Rully Syumanda
|
|
Banjir, dibelahan dunia manapun menjadi kata kerja yang tidak disuka. Delapan ribu tahun sebelum masehi bangsa Sumeria menggunakan banjir untuk mengembalikan kesuburan dataran Tigris, agar bisa ditanami kembali. Dengan berkah alam ini mereka kemudian menambah angka produksi pertaniannya untuk memperoleh profit dari perdagangan. |
|
|
|
|