Teknologi "Artificial Recharge" Simpan Air, Atasi Banjir |
|
|
| Environment | |||
|
Teknologi artificial recharge menawarkan solusi mengatasi permasalahan ketersediaan air tanah, sekaligus pengendalian air limpasan penyebab banjir. Terobosan ini bisa diterapkan di berbagai gedung bertingkat khususnya di kota-kota besar seperti ibu kota Jakarta. "Dengan teknologi ini air limpasan hujan di perkotaan secara gravitasi dimasukkan ke dalam air tanah dalam. Gedung-gedung bertingkat bagus sekali membuat ini," kata pakar hidrologi dari BPPT Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Jumat (27/3). Sutopo Purwo Nugroho mencontohkan, hanya dengan pralon sedalam lebih dari 60 meter dengan diameter 10 cm yang ditanam di halaman gedung bertingkat, maka air limpasan yang mengalir berlimpah di kala hujan akan langsung masuk ke air tanah dalam. Selama ini di Jakarta, 85 persen air hujan menjadi limpasan dan hanya 10 persen yang masuk ke tanah dan menjadi air tanah. "Air limpasan inilah penyebab Jakarta digenangi air di mana-mana di kala hujan, sementara air tanah terus disedot sehingga persediannya semakin minim bahkan mengancam Jakarta menjadi ambles," kata Sutopo. Jika diterapkan di setiap gedung bertingkat, maka teknologi artificial recharge yang sederhana ini, ujarnya, akan menyelamatkan Jakarta dari kekurangan persediaan air tanah dengan cepat, tanpa harus menunggu bertahun-tahun, sekaligus mengurangi banjir. Teknologi yang masih terus diriset ini sebenarnya tidak banyak berbeda dengan teknologi yang telah diperkenalkan sebelumnya, seperti biopori, bioretensi, dan sumur resapan. Jika biopori memasukkan air limpasan ke air tanah dangkal, maka artificial recharge memasukkan air limpasan ke air tanah dalam. Sedangkan sumur resapan diletakkan di bawah talang air rumah dan bioretensi merupakan kolam konservasi air dengan fungsi serupa.Kompas
|
Inkonsistensi Itu Mesti Diakhiri 11 November 2009
KERUSAKAN LINGKUNGAN - Penanganan Masih Parsial 16 October 2009
Peduli Lingkungan, DPR Mendatang 'Ditekan' LSM 13 October 2009
DPR Baru Didesak Merevisi UU Lingkungan Hidup 13 October 2009
Satwa Purba Nusantara 08 August 2009
Target Bumi 06 August 2009
Tanah Haiti Kurus Kerontang 06 August 2009
Legenda Daisetsuzan 06 August 2009
Amfibi yang Dilanda Kepunahan 30 July 2009
Bagi Katak, Bulan Purnama Saatnya Pesta Seks 14 July 2009
Cacing Tanah, Aset Masa Depan 25 April 2009
Kala Sayuran Menggerus Air Gunung Slamet 25 April 2009
Situ Antap Terancam - Lahan Situ Diokupasi Menjadi Milik Perorangan 17 April 2009
BPPT: Pintu Pelimpasan Titik Lemah Situ Gintung 17 April 2009
Ditemukan Spesies Mampu Hidup di Air Mendidih 17 April 2009
Terancam Punah, 80 Persen Plasma Nutfah Unggas Lokal 17 April 2009
Bencana Situ Gintung Terkait Utang dan Pengalihan Kewenangan 17 April 2009
Di Pedalaman Amazon, Seks Tak Dibutuhkan 16 April 2009
New orangutan population found in Indonesia 12 April 2009
Dana Situ Habis untuk Jogging Track 07 April 2009