User:  Pass:        Forgot Password? Username?   |   Register
Matahari Tidur, Bumi Membeku PDF Print
Climate Talk (only)
Written by Yuni Ikawaty   
Cuaca dingin ekstrem melanda kawasan lintang tinggi Bumi. Fenomena ini, antara lain, disebabkan oleh Matahari yang tidur berkepanjangan. Dampaknya menjadi terasa berat karena semakin diperparah oleh adanya pemanasan Bumi dan perubahan iklim global.

Sejak Desember lalu, suhu ekstrem terus melanda kawasan Lintang Utara, yaitu mulai dari Benua Amerika, Eropa, hingga Asia. Di Eropa, suhu dingin bulan lalu pernah mencapai minus 16 derajat celsius di Rusia dan minus 22 derajat celsius di Jerman. Bagi Inggris, ini suhu ekstrem terdingin dalam 30 tahun terakhir. Jalur transportasi ke Perancis lumpuh.

Amerika Serikat pun mengalami hal yang sama. Serbuan cuaca ekstrem ini berdampak pada kegagalan panen di Florida dan menyebabkan dua orang meninggal di New York.

Kejadian luar biasa yang berskala global ini diyakini para pengamat meteorologi dan astronomi berkaitan dengan kondisi melemahnya aktivitas Matahari yang ditandai oleh menurunnya kejadian bintik matahari atau sunspot.
 
Ketika "Pranata Mangsa" Tak Lagi Bisa Dibaca PDF Print
Climate Talk (only)
Written by Inggried Dwi Wedhaswary   
Tak perlu jauh-jauh melihat dampak perubahan iklim hingga ke Kutub Utara. Di sekitar kita, para petani dan nelayan dilanda kegalauan, bagaimana musim bisa dibaca...

Mashadi, seorang petani asal Desa Pandan Sari, Brebes, Jawa Tengah, bertutur bagaimana "rontoknya" pembacaan musim yang diterapkan secara turun-temurun. Pranata mangsa, namanya (dibaca pranoto mongso).

Pranata mangsa, jika dialih bahasa dalam bahasa Indonesia berarti penentuan musim. Bagi masyarakat Jawa, pranata mangsa merupakan penanggalan yang berkaitan dengan musim, khususnya dari kalangan petani dan nelayan.

"Orangtua kami sejak dulu bilang, jangan terjebak bulan berdasar Masehi. Kalau belum masuk mongso kanem, belum akan masuk musim hujan. Tapi sekarang, susah juga ditebak, kapan musim hujan datang," ujar Mashadi saat dijumpai Kompas.com pada sarasehan perubahan iklim, beberapa waktu lalu.
 
Inkonsistensi Itu Mesti Diakhiri PDF Print
Environment
Written by Brigita Isworo   
Penanganan adaptasi dan mitigasi terkait perubahan iklim hingga kini belum jelas terbaca. Berita terakhir cukup positif dengan terjalinnya kerja sama antara Dewan Nasional Perubahan Iklim dan Konvensi Kerangka Kerja PBB untuk Perubahan Iklim.

Kerja sama yang dicanangkan melalui lokakarya NEEDS (National Economic, Environment, and Development Study) pada Selasa (27/1) baru meliputi program-program untuk mitigasi. Itu pun baru dalam tahap identifikasi.
 
Kegagalan Fungsional Departemen Kehutanan Penyebab Kerusakan Hutan Alam Indonesia PDF Print
User Rating: / 1
PoorBest 
Forest
Written by WALHI   
Kerusakan hutan alam indonesia tidak lepas dari praktek pembiaran oleh Pemerintah, dalam hal ini Departemen Kehutanan. Pemerintah juga tidak pernah memberikan sanksi tegas terhadap berbagai praktek yang dilakukan berbagai pihak yang selama ini bertanggung jawab melakukan perusakan kawasan hutan.
 
We Seek "HELP” PDF Print
User Rating: / 1
PoorBest 
Climate Talk (only)

Jangan Perdagangkan Iklim kami


Jakarta (4/11) - Sejak Konferensi para Pihak (COP) yang ke-13 di Bali, Pemerintah Indonesia kelihatan begitu aktif dalam melakukan upaya penyelamatan bumi dari perubahan iklim. Namun upaya itu ternyata tidak diikuti dengan komitmen dan langkah nyata pengurangan emisi negara Annex 1, pemerintah justru menjadikan Indonesia sebagai “Toilet Karbon” negara-negara tersebut, lewat mekanisme perdagangan-offset karbon, dan penambahan utang baru . Model pembangunan negara-negara utara yang rakus energy, rakus lahan, rakus air, dan pemanfaatan buruh murah, sesungguhnya merupakan penyebab utama bencana perubahan iklim. Sayangnya model tersebut juga diadopsi oleh negara-negara berkembang seperti Indonesia dan diyakini sebagai model pembangunan masa depan. 
 
Rising Tide North America PDF Print
Climate Talk (only)
Climate Activists Expose Carbon Trading Scam for “350” Global Day of Action 

Tens of thousands of people gathered at 300 simultaneous events in more than 170 countries around the world today, for the 350 international day of climate action. One of the leading concerns raised this day was that corporate-driven “Carbon Trading” schemes have been blocking efforts to solve the climate crisis and prevent the devastating impacts of climate chaos on the poor.
 
Bencana Kekeringan Itu Melanda 29 Desa PDF Print
Food & Water
Duapuluh sembilan desa di lima kecamatan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengalami krisis air bersih dalam musim kemarau ini dan mereka sangat membutuhkan bantun.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabag Kesra Setda Pemerintah Kabupaten Klaten, Suwardi, di Klaten, mengatakan, kekeringan terluas terjadi di Kemalang yang melanda 12 desa di kecamatan itu.
 
KERUSAKAN LINGKUNGAN - Penanganan Masih Parsial PDF Print
User Rating: / 2
PoorBest 
Environment
Kerusakan lingkungan yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia selama ini belum ditangani secara menyeluruh melalui kerjasama antardaerah . Penanganannya masih bersifat parsial sehingga tidak pernah menyentuh penyebab kerusakannya.
 
"Masih terdapat egoisme dalam penanganan kerusakan lingkungan. Penyebab dan akibat dari suatu kerusakan tidak bisa terselesaikan dengan dibatasi wilayah administrasi," ujar Guru Besar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor Profesor Hariadi Kartodih ardjo, dalam seminar  Eco Region di Era Otonomi Daerah di kampus Universitas Diponegoro (Undip), Kota Semarang, Jawa tengah, Jumat (9/10).
 
Terumbu Karang di Ambang Kehancuran PDF Print
Coastal & Marine
Keadaan terumbu karang di dunia termasuk Indonesia terus memburuk karena temperatur yang makin menghangat. Kondisi tersebut mendorong terjadinya pemutihan (bleaching) secara massal dan pengasaman (acidification) di masa datang sehingga akan mengancam pemulihan dan pertumbuhan ke depan. Demikian siaran pers sejumlah LSM pegiat lingkungan di Jakarta, Kamis (1/10).

Siaran pers tersebut mengutip keterangan ilmuwan yang mengeluarkan peringatan keras tentang masa depan terumbu karang di tengah lambannya proses negosiasi perubahan iklim. Ketika negosiasi perubahan iklim berjalan sangat pelan dan banyak negara masih terkungkung dengan berbagai perbedaan politik, informasi ilmiah terakhir menunjukkan keadaan yang mendesak, demikian siaran pers tersebut.
 
Waduh... Kepunahan Masal Makin Dekat PDF Print
Climate Talk (only)
Para ahli biologi memperkirakan dunia tengah menghadapi ancaman kepunahan keanekaragaman hayati secara masal. Dugaan ini muncul dari krisis keanekaragaman hayati yang semakin parah. Diperkirakan, saat ini sebanyak 50-150 spesies bumi punah setiap harinya.

"Perkiraan ini berdasar atas proyeksi laju kepunahan yang terjadi saat ini. Proyeksi tersebut menyebutkan Sekitar 50 persen dari sekitar 10 juta spesies yang ada saat ini diprediksi akan punah dalam kurun waktu 100 tahun ke depan. Laju kepunahan beragam spesies saat ini mencapai 40-400 kali lipat dari laju kepunahan 500 tahun yang lalu," kata Ign Pramana Yuda, Peneliti Teknobiologi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) dalam pidato ilmiah dies natalies ke-44 universitas tersebut di Yogyakarta, Jumat (2/10).
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 22
Adsense Indonesia
We have 72 guests and 1 member online