|
Climate Talk (only)
|
Jangan Perdagangkan Iklim kami Jakarta (4/11) - Sejak Konferensi para Pihak (COP) yang ke-13 di Bali, Pemerintah Indonesia kelihatan begitu aktif dalam melakukan upaya penyelamatan bumi dari perubahan iklim. Namun upaya itu ternyata tidak diikuti dengan komitmen dan langkah nyata pengurangan emisi negara Annex 1, pemerintah justru menjadikan Indonesia sebagai “Toilet Karbon” negara-negara tersebut, lewat mekanisme perdagangan-offset karbon, dan penambahan utang baru . Model pembangunan negara-negara utara yang rakus energy, rakus lahan, rakus air, dan pemanfaatan buruh murah, sesungguhnya merupakan penyebab utama bencana perubahan iklim. Sayangnya model tersebut juga diadopsi oleh negara-negara berkembang seperti Indonesia dan diyakini sebagai model pembangunan masa depan.
|
|
Climate Talk (only)
|
 Climate Activists Expose Carbon Trading Scam for “350” Global Day of Action
Tens of thousands of people gathered at 300 simultaneous events in more than 170 countries around the world today, for the 350 international day of climate action. One of the leading concerns raised this day was that corporate-driven “Carbon Trading” schemes have been blocking efforts to solve the climate crisis and prevent the devastating impacts of climate chaos on the poor. |
|
Environment
|
 Kerusakan lingkungan yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia selama ini belum ditangani secara menyeluruh melalui kerjasama antardaerah . Penanganannya masih bersifat parsial sehingga tidak pernah menyentuh penyebab kerusakannya. "Masih terdapat egoisme dalam penanganan kerusakan lingkungan. Penyebab dan akibat dari suatu kerusakan tidak bisa terselesaikan dengan dibatasi wilayah administrasi," ujar Guru Besar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor Profesor Hariadi Kartodih ardjo, dalam seminar Eco Region di Era Otonomi Daerah di kampus Universitas Diponegoro (Undip), Kota Semarang, Jawa tengah, Jumat (9/10). |
|
Climate Talk (only)
|
|
Para ahli biologi memperkirakan dunia tengah menghadapi ancaman kepunahan keanekaragaman hayati secara masal. Dugaan ini muncul dari krisis keanekaragaman hayati yang semakin parah. Diperkirakan, saat ini sebanyak 50-150 spesies bumi punah setiap harinya.
"Perkiraan ini berdasar atas proyeksi laju kepunahan yang terjadi saat ini. Proyeksi tersebut menyebutkan Sekitar 50 persen dari sekitar 10 juta spesies yang ada saat ini diprediksi akan punah dalam kurun waktu 100 tahun ke depan. Laju kepunahan beragam spesies saat ini mencapai 40-400 kali lipat dari laju kepunahan 500 tahun yang lalu," kata Ign Pramana Yuda, Peneliti Teknobiologi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) dalam pidato ilmiah dies natalies ke-44 universitas tersebut di Yogyakarta, Jumat (2/10). |
|
Forest
|
 Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dan orangutan (Pongo abelii ) yang mendiami kawasan Hutan Batang Toru di Sumatera Utara bisa punah dalam waktu dekat, jika Departemen Kehutanan tak segera menetapkan kawasan tersebut sebagai hutan lindung. Sebelumnya, tiga kabupaten, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sepakat mengajukan usulan perubahan status kawasan hutan Batang Toru menjadi hutan lindung. |
|
Environment
|
|
Sejumlah forum organisasi nonpemerintah yang bergerak di bidang lingkungan hidup mendesak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2009-2014 untuk merevisi kembali sejumlah undang-undang terkait lingkungan hidup karena dianggap justru menjadi pemicu kehancuran lingkungan hidup.
Demikian disampaikan Ketua Institut Hijau, Chalid Muhammad, Sabtu (10/10). "Kami merekomendasikan agar DPR me-review peraturan perundangan yang menjadi pemicu kehancuran lingkungan hidup dan penderitaan rakyat," ujar Chalid, di Jakarta. |
|
Coastal & Marine
|
Pemerintah Indonesia telah menyiapkan anggaran dana sebesar 5 juta dollar AS atau sekitar Rp 46,5 miliar untuk penyelamatan terumbu karang di Indonersia. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numbery usai acara "Coral Reef Management Symposium on CT Area Indonesian Ocean Policy Workshop" Di Menara Bidakara Jakarta.
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 1 of 12 |